Guru Menulis

Hari Santri di Tengah Pandemi

Oleh Sofi Siti Fuadah
Pondok atau pesantren adalah salah satu tempat untuk mencari ilmu mengenai agama Islam. Di zaman ini banyak sekali orang tua yang mengingikan anaknya bisa mempunyai ilmu agama yang baik dan tak ketinggalan dalam menghafal  Qur’an atau bahasa populernya yaitu Hafidz, Hafidzhoh. Maka dari itu banyak sekali para santri yang giat dalam menuntut ilmu agama, tapi juga tak lupa dalam Merah Putih untuk tetap berada pada kesatuan bangsa Indonesia. Tanggal 22 Oktober adalah peringatan Hari Santri Nasional. Tapi tahukah bagaimana asal usul bisa menjadi hari besar itu? Dan mengapa  peringatan tahun ini bertemakan “Santri  Sehat Indonesia Kuat”?

Hari santri ditetapkan oleh presiden yang mana sudah ditandatangani pada 15 Oktober 2015 bertempat Masjid Istiqlal Jakarta. Hari santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 oktober itu merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa santri dalam sejarah. Melihat kebelakang pada peristiwa bersejarah oleh pahlawan nasional yaitu K.H Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Peristiwa itu adalah seruan K.H Hasyim Asy’ari dimana beliau memerintahkan umat islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi kemerdekaan. Pada tanggal 22 Oktober 1945 dianggap sebagai resolusi jihad dimana para santri dan ulama bersatu untuk mempertahankan Indonesia.

Pada waktu itu tanggal 22 Oktober 1945 saat Belanda dan Sekutu mencoba kembali menguasai Indonesia, Santri tampil di depan dengan mengomandoi berbagai elemen bangsa dan bahu-membahu mengusir penjajah dari Indonesia. Kontribusi yang sudah dilakukan oleh santri sebagai generasi muda penerus bangsa, bahkan bukti nyata dari patriotisme mereka dengan adanya semboyan “Pancasila Jaya, NKRI Harga Mati”.

Salah satu wali murid SD PTQ Annida Ibu Idha Anifah menuturkan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab santri bisa menjadi cerminan ciri khas bangsa Indonesia yang suka menolong, membantu, gotong royong, sopan santun berperilaku, menghargai sesama, menghormati, yang lebih tua, dan bersatu. Semuanya itu ada di pendidikan pesantren. Selain itu adanya hari santri, disitu pasti semua kegiatan yang dilakukan dalam peringatan hari santri tersebut bersifat positif yang mendukung, memotivasi generasi penerus, agar anak Indonesia lebih nyaman jika menuntut ilmu di pesantren.

Salah satu guru juga memberikan pemikiran berkaitan hari santri ini, di cetuskan oleh Ibu Deti Rifmawati bahwa hari santri diadakan untuk mengingtkan Umat Islam agar kembali mempelajari Al-Qur’an dan Hadits yang merupakan pedoman hidup bagi manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Selain itu ada semangat memperjuangkan dan mempratekkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu tahun 2020 ini Indonesia telah ditetapkan oleh keputusan Presiden (Kepres) Nomor 12 Tahun 2020 tentang bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Sehingga tema Hari Santri Nasional 2020 adalah “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Tema ini adalah jawaban dari komitmen bersama dalam mendorong kemadirian dan kekhasan pesantren. Tidak dipungkiri ada beberapa pesantren yang berhasil melakukan dampak pandemin COVID-19 menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.  Berdasarkan panduan yang diterbitkan Kementrian Agama, Isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta bahwa kita masih dilanda pandemi.

Seluruh pelaksanaan peringatan Hari Santri 22 Oktober 2020 ini, tetap mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan dengan utama Protokol Kesehatan dalam rangka pengendalian dan Pencegahan COVID-19. (SF)

Facebook Comments

Related Articles

Back to top button