Karya Siswa

Dengan Belajar, Kita Bisa Pintar

Oleh: Nadhia Amalia Putri

Hai namaku Zafira, dan aku sering dipanggil Fira aku sekolah di SD Nurul Hikmah 01. Sekarang aku sudah kelas lima SD. Hobiku adalah mengerjakan soal. Kisahku sebelum menyukai soal adalah saat mengerjakan soal aku selalu mendapat nilai yang jelek, kadang 50. Tapi karena temankulah aku suka soal.

Begini ceritanya.

Di suatu hari dalam keadaan hujan aku dan temanku yang bernama Hilda Nafiza Putri yang biasa dipanggil Hilda sedang berteduh di poskamling dekat sekolah kami. Tiba tiba Hilda berkata:

“Fira, itu ada apa ya, kok ramai banget sekolah kita?”

Lalu aku menjawab: “Ooww iya .. kenapa ya bagaimana kalau kita tunggu hujan berhenti lalu kita melihatnya?”

“Baiklah.” jawabnya.

Setelah hujan berhenti, aku dan Hilda segera menuju  sekolah untuk melihat apa yang terjadi. Setelah  diamati, ternyata ada kegiatan UN (Ujian Nasional).

UUUpsss aku dan Hilda dilihat oleh guru kelasku yang bernama Bu Zainab. Karena sebentar lagi ada UAS (Ulangan Akhir Semester), jadi aku minta tolong kepada Bu Zainab untuk dijelaskan tentang materi yang belum aku pahami. Setelah  dijelaskan ehhhhhh…. ternyata ada yang jualan es krim di depan sekolahan.Karena sudah lama dijelaskan oleh Bu zainab ,kami sangat haus ,lalu kami berencana untuk membeli es krim itu.

Setelah   kami makan es krim ,kami pun pulang dengan perasaan senang karena bisa belajar dengan bu zainab. Tiba tiba hilda berkata

Fira aku senang sekali hari ini lhoooo

Aku pun menjawab

Memang kenapa Hida apakah kamu punya boneka baru atau kamu akan diajak piknik atau yang lainya

Tiba tiba sentak Hilda

Bukan semuanya,sekarang adalah hari ulang tahunku!!!

Ooh iya aku lupa. Selamat ya Hilda semoga panjang umur…

Iya terimakasih ngomong ngomong nanti kamu  datang ya ke rumahku…

Baiklah..

Terimakasih ya Fira….

Sama sama Hilda.

Setelah sampai di rumah,aku memberitahukan tentang ulang tahun Hilda kepada ibuku. Lalu ibuku berkata

Ooooohh ternyata Hilda ulang tahun….kalau begitukado apa yang ingin kamu berikan kepada Hilda?

Aku pun menjawab;

“Beium tahu… tapi rencnanya,aku mau mengado dompet rajut butanku sendiri.“

“Wow itu adalah ide yang bagus Fira,kalau begitu  sekarang cek bahan bahannya.“

“Baiklah bu…. ,aku akan mengecek bahannya di kamarku“.

Aku segera pergi ke kamar untuk mencari benang wol dan alat rajutnya.Waaahh..ternyata benangnya habis.Lalu aku segera membelinya.Tapi aku bingung warna apa yang disukai Hilda. Akhirnya aku bertanya kepada adiknya Hilda yang bernama Ghaira.Aku bertanya;

“Ghaira ngomong ngomong warna apa yang disukai kakakmu?“

Ghaira menjawab;

“Warna kesukaan kak Hilda adalah hijau,memang ada apa kak ?“.

“aku mau ngado kakakmu sesuatu“.

“Tapi kado apapun kak Hilda palimg suka yaitu buku“.

“Ooooowwh ya sudah terimakasih Ghaira..“.

“sama sama kak Fira“.

Segeralah aku menuju rumah untuk memberitahu kepada ibuku bahwa aku tidak jadi memberi kado dompet rajut,dan  ibuku bertanya kepadaku;

“Ada apa ,kok kamu tidak jadi?“

“karena kata Ghaira Hilda lebih suka buku dari pada yang lainnya.“

“OOOOOOOHHH’’

Aku segera mengambil uang lalu aku pergike toko buku untuk membeli buku sains, dan segera aku bungkus menggunakan kertas kado.

Aku pun pulang dan segera mandi dan bersiap datang ke rumah Hilda.

Setelah aku bersiap, aku segera pergi ke rumah Hilda. Di sana , aku melihat kue besar, dan tataan ruangan yang indah. Dimulailah acara ulang tahun hilda. Setelah acara  selesai, aku masih ingin main di rumah hilda.Lalu ini waktunya membuka kado. Dimeja kado terdapat 9kado yang terkumpul. Dibuka kado yang pertama isinya (boneka) kado yang kedua sampai yang ke enam isinya(buku tulis  dan boipen), kado yang ke tujuh sanpai sembilan isinya (baju).eeeiiitts kado dariku lupa diberikan. Saat dibuka hilda sangat  gembira karena kadonya berisi buku sains. Aku lalu bertanya kepada hilda.

‘’Hilda kenapa kamu suka sekali dengan buku bacaan?’’

Hilda menjawab; ‘’iya karena aku bisa paham sesuatu hanya dengan buku, buku sangat membantuku

Dalam segala hal.’’

‘’oooh seperti  itu’’.

Selesailah hari libur para siswa Sdnurul hikmah.Saat masuk kelas , bu Zainab akan mengadakan ulangan harian untuk mengetes pemahaman para muridnya.Setelah aku bertanya  kepada bu zainab mata pelajaran untuk uangannya bertema apa,bu zainab mengatakan bahwa ulangannya adalah pelajaran sains dan matematika.Hilda segera pulang untuk mengambil  buku  bacaan. Setelah diambil,hilda segera membaca bukunya di kelas dengan konsentrasi . Hilda membawa 6 buku sains  dan 3 buku matematika semuanya itu akan dibaca oleh hilda.Tidak hanya dibaca tapi juga di pelajari.

Selsailah waktu istirahat,dan akhirnya hilda juga sudah selesai mempelajari 9 buku itu.Dibagikanlah keras ulangan dari bu zainab.Setelah habis 90 menit saatnya mengumpulkan. Bu zainab segera mengoreksi karena kami tidak sabar menunggu hasil ulangan.Yaaaaahh lagi – lagi  nilaiku jelek yang  sains 65, dan yang matematika 55.Tapi dari salah satu siswa kelas 5 ada yang mendapatkan 100 semua yaitu  tidak lain lagi adalah hilda.Bu zainab sangat kagum.Dan akhirnya kejadian itu  terus berulang berkali kali. Karena penasaran aku tanya kepada hilda ‘’Hilda, bagaimana  cara agar aku bisa seperti  kamu?’’

‘’Fira,dulunya sih aku juga heran kenapa aku bisa seperti ini,tapi setelah aku teliti menyelidikinya,aku paham hanya dengan belajar, belajar,dan belajar kita bisa pintar.Tapi jangan patah semangat kaerna ini awalnya memang susah.’’

‘’oke,hilda aku akan terus semangat,semangat, dan semangat’’

‘’baiklah tetap ingat pesanku ya… bahwa dengan belajar kita bisa pintar.’’

‘’oke’’

Dari hari itulah aku membiasakan belajar terus sepanjang waktu agar bisa pintar seperti hilda. Setelah ku jalani satu semester tibalah waktu UAS(Ulangan Akhir Semester).Aku tidak perlu susah – susah atau bingung –bingung mencari pengertian karena aku sudah melatihnya dari  sebelum mulai UAS ini.Lalu aku datang ke taman untuk bermain tapi  tidak ada yang bisa aku ajak  bermain.Hanya satu orang yang bernama hilda.karena sepi kita tidak jadi main tapi belajar. Setelah dipikir-pikir aku dan hilda ingin bermain CCU(Cerdas Cermat Umum).setelah lama bermain, akhirnya kita akan  pergi  pulang ke rumah masing-masing.

Pagi pun tiba,waktu UAS pun dimulai. Semua temanku kelihatannya sangat kesusahan . Aku sih ingin membantu ya…. tapikan  ini UAS  mau bagaimana lagi. Kriiiiiiiiiinng tibalah waktu istirahat akhirnya,berkat hilda aku mendapatkan nilai yang memuaskan yaitu 98.Lama-lama kejadian ini terus berulang berkali-kali .Aku bisa belajar dari kisahku ini bahwa cara dan kunci agar aku dapat seperti hilda adalah mempelajari . Dan sampai sekarang aku masih selalu  ingat bahwa hanya dengan belajar kita bisa pintar.

Facebook Comments

Back to top button