BeritaFeatureHeadlineKegiatan

Doakan Anakmu, Ayah-Bunda

“Ayah dan Ibu, ini impianku untuk menjadi anak yang sholih. Menolong ayah, membantu ibu …… ”

Salah satu bait dari lagu yang dilantunkan oleh siswa-siswi SD Plus Tahfizhul Qur’an Annida pada saat acara Wisuda Tahfizh pada hari Sabtu, 24 Maret 2018.

Sebuah lagu yang sangat menyentuh kalbu, apalagi dilantunkan oleh putra-putri tercinta. Tidak sedikit dari audiens yang meneteskan air mata, bahkan beberapa pelantunnya pun juga ikut menangis.

Suasana semakin haru saat salah satu peserta yang tampil membawakan puisi tentang ayah-bunda yang kemudian memberikan sebuah rangkaian bunga untuk ibunda tercintanya.

Mengharukan sangat memang.

Tepuk tangan dari para tamu undangan sangat meriah seusai lagu tersebut dilantunkan.

========

Pagi itu, suasana bahagia menyelimuti keluarga besar SD Plus Tahfizhul Qur’an (PTQ) Annida Salatiga. Hangatnya sambutan matahari pagi mengiringi datangnya para peserta wisuda menjadikan harmoni pagi di hari itu menjadi istimewa.

Iya.
Pagi itu, mereka akan mengikuti, menyaksikan, dan tentunya mendoakan sebuah apresiasi terbaik kepada para calon hafizh-hafizhah. Sebuah apresiasi yang diharap bisa memberikan motivasi dan semangat kepada mereka, anak-anak hebat kebanggaan kita semua.

Lantunan indah Kalam Ilahi yang dibawakan oleh Ust Ahmad Royan menambahkan hangatnya pagi itu seiring harapan agar acara wisuda ini diberikan keberkahan dan kelancaran sampai akhir.

“Ada sebuah jawaban menarik ketika saya bertanya kepada anak-anak tentang alasan mereka kenapa ingin hafal Al Qur’an. Alasan yang membuat saya terharu dan bangga adalah bahwa mereka ingin memberikan mahkota kepada ayah-bundanya di surga nanti. Dan kita tidak akan tahu betapa bahagianya para orang tua ketika anak-anak hebat seperti itu”

Itulah sebagian dari sambutan Kepala Sekolah SD PTQ Annida dalam mengiringi proses kegiatan yang diadakan di Gedung KORPRI Salatiga itu.

Sekitar pukul 9 pagi, satu persatu peserta wisuda kategori 1 juz mulai naik di atas panggung. Iringan rebana dg syair ‘kalamun qodim …..’ mengiri langkah anak-anak penuh semangat.

Dari wajah merekalah harapan itu ada, dari sanalah doa-doa kita dari para orang tua dan guru senantiasa dilantunkan agar mereka kelak menjadi anak-anak yang berakhlak, dan dari semangat merekalah kami diberikan energi dan kekuatan dariNya.

Di atas panggung dengan dihiasi pernah pernik cantik, mereka melantunkan ayat-ayatNya yang indah. Dan kemudian dilanjutkan dengan imtihan atau ujian untuk melanjutkan ayat. Ujian dilakukan oleh para tamu undangan.

Harap-cemas mengiringi nafas para ustadz-ustadzah dengan harapan agar anak-anak lancar dalam imtihan ini. Penyematan samir seusai imtihan semakin mempercantik para wisudawan-wisudawati calon hafizh-hafizhah ini.

Seusai prosesi wisuda 1 juz, dilanjutkan dengan prosesi wisuda 3 dan 5 juz. Ada total sekitar 135 siswa-siswi yang mengikuti wisuda ini.

Selesailah prosesi wisuda dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada wisudawan terbaik, yaitu Annisa Zahwa Atthiya Syakieb, siswi kelas 5. Dia menjadi wisudawan terbaik karena sudah selesai menghafalkan 10 juz. Selain itu, dia juga memiliki segudang prestasi dan sudah beberapa kali mewakili Kota Salatiga dalam kegiatan-kegiatan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan anak-anak dan dilanjutkan dengan tabligh akbar oleh Ust Walyono, seorang dai dan motivator.

========

Bagaikan air yang trus mengalir,
Burung-burung terbang tinggi,
Bersama-sama takkan terlupakan,
Tak pernah terfikir olehku,
Kau begitu berarti bagiku,
Yang slalu mendidikku dan membimbingku

Wahai guru ku tak akan pernah tuk melupakanmu,
Dalam buku kehidupanku,
Doakanlah ku akan menjadi anak yang berarti,
Bagi bangsa dan agama.

Wahai muridku kan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagimu,
Cintailah ilmu karna itu adalah bekal bagi masa depanmu,
Semoga Allah akan memudahkanmu selalu dalam menuntut semua ilmu”

Lirik lagu yang dibawakan oleh anak-anak yang juga membuat air mata ini mengalir karena terharu.

Pasalnya, di tengah-tengah membawakan lagu ini, mereka turun dari panggung sambil membawa bunga untuk diberikan kepada guru-gurunya. Tidak hanya itu, para guru pun diajak oleh mereka untuk naik di atas panggung. Tangis haru para guru seketika pecah saat di atas panggung menemani anak-anaknya ditambah ada sebuah puisi dibacakan. Allahu Akbar.

Barokallahu fikum, untuk anak-anakku tercinta. Kaulah kebanggaan dan harapan.

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button